Pengikut

Selasa, 10 April 2018

ISTANA PAGARUYUNG ATAU ISTANO BASA? YUK WISATA KE PADANG

Istano Basa ini adalah tempat bersejarah di kota Padang. Sudah pernah terbakar dan dibangun lagi sebanyak 3 kali. Terletak di bawah kaki gunung yang cantik. Bagi yang belum familiar dengan Istano Basa ini, Istana ini lebih terkenal dengan sebutan Istana Pagaruyung. Istana Pagaruyung ini terletak di Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Seperti apa ceritanya??

 

 

Sumatra Barat Here We Come !!

Holaaaaa..Kalau biasanya saya blogging jelajah luar Indonesia kali ini saya akan menjelajah alam Indonesia. Jadi buat yang suka dm Instagram atau nanya langsung "kapan jelajah Indonesia?" nahh ini dia. Sebenarnya bukan tidak mau menjelajah Indonesia. Tetapi harga tiket dan akses di dalam daerah tujuannya kalau di Indonesia suka belum pasti. Bahkan kemungkinan untuk nyasar dan tanpa petunjuk lebih besar di daerah di Indonesia. Karena beberapa daerahnya yang belum siap menerima tourist. Jadi tidak ada peta wisata ataupun petunjuk menuju tempat wisata tersebut. Nahh sekarang I give it a try, jadi saya mulai dengan kota Padang. Saya excited banget karena penasaran belum pernah mengunjungi Sumatra Barat. Selama ini hanya melihat dari berbagai iklan di TV, ataupun instagram post para Travelers.

Di trip kali ini saya menginap di Kota Padang, kemudian baru menjelajah berkeliling dengan mobil sewaan. Karena kebetulan supirnya juga walaupun asli Padang tapi tidak hafal tempat-tempatnya. Jadilah saya mengandalkan Waze, Google Maps dan itinerary saya sendiri pastinya.



ISTANA PAGARUYUNG

Saya mengunjungi Istana Pagaruyung setelah saya mengunjungi daerah Payakumbuh. Perjalanan yang ditempuh menuju Istana Istana Pagaruyung yang berlokasi di batu sangkar ini adalah sekitar 2 jam. Istana Pagaruyung ini adalah Replika, jadi bukan istana aslinya. Kenapa Replika? karena Istana Pagaruyung atau yang disebut juga Istano Basa ini sudah pernah terbakar dan dibangun ulang lagi sebanyak tiga kali.



Istana Pagaruyung yang asli terbakar pada saat kerusuhan yang menyebabkan pertumpahan darah di tahun 1804 antara kaum Paderi dan kaum adat. Setelah dibangun kembali pada tahun 1930 kemudian terbakar lagi pada tahun 1966. Lokasi Istana Pagaruyung ini kemudian dipindahkan dari lokasi aslinya. Lokasi asli Istana Pagaruyung pertama kali terletak di atas Bukit Patah. Setelah terbakar kedua kali ini kemudian dibangun lagi pada tahun 1968 di sebelah selatan lokasi aslinya. Pada tahun 2007 Istana Pagaruyung ini terbakar lagi yang dikarenakan tersambar Petir. Hampir seluruh dokumen dan kain-kain warisan budaya yang ada disini hangus terbakar. Barang-barang warisan budaya yang tersisa ini kemudian disimpan agar lebih aman di Istano Silinduang Bulan.





Istana Pagaruyung ini pada abad ke 13 berada dibawah kekuasaan Raja Adityawarman, dimana pada saat itu sangat berkuasa sehingga penyebaran ajaran Hindu dari Majapahit tersebar cepat. Pada abad ke 16 Istana Pagaruyung menjadi kerajaan islam, karena pengaruh pedagang dari Aceh dan Malaya. Raja Adityawarman memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Hubungan kekerabatan tersebut terjalin saat Adityawarman dan Majapahit bertarung bersama menaklukkan Bali dan Palembang.


WARNA WARNI ISTANA PAGARUYUNG

Masuk ke dalam Istana Pagaruyung akan disambut dengan kain warna warni yang menghiasi di seluruh ruangan. Atap ruangannya dihiasi lampu-lampu klasik dengan ornamen kain berwarna kuning dan orange di sekitar lampu. Terdapat area sperti panggung yang dilengkapi dengan dudukan bantal dan untaian kain-kain warna warni. Area ini dinamakan bilik, terdapat 9 bilik di dalam area lantai 1 ini. Oh iyaa masuk ke dalam Istana Pagaruyung ini kita harus melepas alas kaki. Tidak diperbolehkan menggunakan sepatu ataupun sendal ke dalam Istana.





Apabila ingin menggunakan baju adat Minangkabau, kalian dapat menyewa dan foto langsung di dalam Istana Pagaruyung dan area sekitar Istana. Kalian bisa merasakan pengalaman menggunakan baju BATABUE. Baju Batabue adalah pakaian adat untuk wanitanya, Batabue adalah baju dengan taburan benang emas. Sedangkan untuk laki-laki bernama Baju PENGHULU. Apabila kalian ingin berfoto keluarga disini atau sekedar mengabadikan moment keseruan anda di Istana Pagaruyung, foto berbaju adat ini bisa menjadi pilihannya.

Istana Pagaruyung terdiri dari 3 lantai. Semakin ke atas ruangannya semakin kecil. Hati-hati naik tangganya yang kecil dan licin.  Di lantai duanya, dari jendela akan terlihat gunung dibelakang Istana  dan terdapat tulisan "Istana Pagaruyung" di atas gunung tersebut. Lantai 2 ini disebut Anjuang Paranginan yaitu kamar untuk putri raja yang belum menikah. Sedangkan lantai 3 adalah ruang rapat dan ruang penyimpanan harta pusaka. Untuk memutuskan perkara alam, adat dan ibadat.





To be NOTED saya suka banget dengan warna warni kain dan ukiran di sekitar istana ini. Warna warninya cantik memanjakan mata. Jangan lupa para pecinta fotografi atau OOTD lovers this one should be your favorit SPOT!!

RANGKIANG


Di depan Istana Pagaruyung ada bangunan rumah adat yang lebih kecil. Ternyata bangunan ini dinamakan RANGKIANG. RANGKIANG adalah tempat penyimpanan padi , atau disebut lumbung padi. Rangkiang berasal dari kata RUANG HINYANG. Padi yang disimpang di lumbung RANGKIANG ini milik dari seluruh desa. Karena itu berada dalam pengawasan tetua adat. Agar pembagian dari padi ataupun hasil alam lain yang disimpan dapat terbagi rata.



Sekian cerita Istano Basa atau Istana Pagaruyung yang berkesan di hata saya ini. Next post akan ada lanjutan post trip saya ke Padang. Bagi kalian yang masih punya pertanyaan mengenai lokasi ataupun tempat Istana Pagaruyung ini just leave a comment down below!!!


See youuuu..

TALK WITH PEOPLE 
WHO MAKE YOU SEE THE 
WORLD
DIFFERENTLY



Love,
    Annisa




4 komentar:

  1. kayaknya adem gitu yaa disanaa. bagus juga tempatnyaa. jadi pingin main kesana haha

    www.maroonfreeday.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa adem...bagus banget juga buat yang suka liburan OOTD

      Hapus
  2. Wah lengkap nih include sejarahnya, sayang ya di Indonesia banyak tempat wisata yang bagus2, tapi kurang dijaga, kayak yang penting rame aja yang dateng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa setuju padahal banyak spot cantik tapi pelestariannya kurang.

      Hapus

New Post

Menjelajah Jepang di Zaman Edo

Pertanda dimulainya zaman modern di Jepang adalah ketika Zaman Edo / Periode Edo. Zaman Edo Disebut juga dengan Zaman Tokugawa. Karena p...