Pengikut

Senin, 25 September 2017

Keindahan Kuil di Pusat Kota Tokyo



Your vision will become clear only if you can look into your own heart.
Who look outside Dreams.
Who look inside Awakes.
- Carl Jung


Masih di hari pertama kami di Tokyo. Setelah Shinjuku Gyoen kami menuju Meiji Shrine. Menuju Shinjuku station dan kami keluar di Meijijingu Mae  station keluar di exit Yoyogi Park. Meiji Shrine ini sangat berdekatan dengan keramaian Takeshita Dori yang disebut dengan Harajuku area dan shopping area Omotesando. Karena ini hari Minggu siang jadi banyak sekali pengunjung lokal ataupun turis di daerah sini.




Yaaaaaph akhirnya sampai di depan Meiji Shrine. Lokasi menuju Meiji Shrine ditandai dengan adanya the famous Torii gate, perjalanan dari depan Torii Gate sampai ke dalam cukup panjang perjalanannya. Kuil ini berada di dalam hutan dengan pohon-pohon lebat yang sekaligus menjadi penghijauan kota. Kuil ini berada dalam area taman Yoyogi. One fact that I notice walaupun Tokyo kota metropolitan yang sangat ramai tetapi udaranya tetap segar dan sejuk, karena di dalam Kota ini banyak sekali taman-taman kota yang besar dan tersebar diantara gedung-gedung pencakar langit, dan semua kuil di tengah kota juga di kelilingi dengan taman-taman hijau serta pepohonan yang lebat.

Hutan di Meiji Shrine ini memiliki 120.000 pohon dan 365 species binatang. Meiji Shrine ini dibangun untuk menghormati kaisar Meiji dan Istrinya permaisuri Shoken pada tahun 1920. Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken sangat mencintai alam, karena itulah dibuat di dalam hutan dengan pepohonan yang lebat. Pada saat perang dunia ke 2 tahun 1945 kuil ini di bom oleh amerika yang kemudia di bangun lagi pada tahun 1958.

Sebelum masuk ke dalam Kuil ada ritual pembersihan dengan air , sama seperti wudhu kalau orang muslim sebelum masuk ke Masjid. Berikut suasana sebelum masuk ke dalam kuil Meiji Shrine. 




Rasanya unik sekali menemukan daerah masa lampau di tengah pusat kota yang modern ini. Meiji Shrine ini sering digunakan untuk tempat menikah bagi warga lokal. Kuil ini merupakan tempat peribadatan penganut Shinto, banyak ritual-ritual keagamaan dan acara ibadah resmi yang sering diadakan disini. Sayangnya hari ini sedang tidak ada ritual pernikahan yang dapat kami lihat. 

Penyimpanan wine

Penyimpanan Sake


Di sepanjang jalan dari Torigate menuju Kuil terdapat penyimpanan Sake dan Wine yang dipajang dikanan kiri jalan. Ini adalah penyimpanan sake dan wine yang merupakan persembahan untuk Kaisar dan Permaisuri. Sake yang diberikan dari perusaan lokal, sedangkan untuk wine dari kunjungan Perancis di zaman itu. Menurut tradisi orang Jepang Sake adalah simbol untuk sebuah perkumpulan ataupun saat sedang ada perayaan. Jangan heran dengan kebiasaan orang Jepang meminum sake. Karena minuman hangat khas negeri Sakura tersebut merupakan simbol atau lambang kebudayaan dari masyarakatnya. Dimulai dari piknik dibawah musim semi, makan siang sampai para pekerja kantoran, dimanapun dan kapan pun mereka meminum sake. " In Japan , sake has always been  a way of bringing our Gods and people together" dikatakan oleh Tetsuo Hasuo yang merupakan anggota asosiasi Japanese Sake brewer.






Soo, buat yang sedang berkunjung ke daerah Takeshita Dori ataupun Omotesando harus mampir kesini untuk menikmati keindahannya. Bernafas sejenak diantara hiruk pikuknya kota metropolitan why not? 



Lokasi: Yoyogi Park 1-1 Yoyogikamizonocho, Shibuya, Tokyo 151-8557, Japan

Station Terdekat: Harajuku st untuk JR yamanote Line dan Meijijingu Mae st untuk Chiyoda dan Fukotoshin line.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

New Post

Menjelajah Jepang di Zaman Edo

Pertanda dimulainya zaman modern di Jepang adalah ketika Zaman Edo / Periode Edo. Zaman Edo Disebut juga dengan Zaman Tokugawa. Karena p...